Pelajari Sistem Pemilahan Sampah dari Hulu, Wali Kota Lisa Bersama Camat Lurah Bertemu Menteri LH RI

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru menunjukkan keseriusan dan komitmen dalam membenahi tata kelola lingkungan. Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby bersama rombongan lurah dan camat se-Kota Banjarbaru bertandang ke kantor Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) Republik Indonesia (RI) atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Jumat (3/4/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dengan bertemu langsung Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, guna memperkuat kinerja pengelolaan sampah sekaligus mendorong lahirnya inovasi pengolahan sampah berbasis pemilahan dari sumbernya.
Wali Kota Lisa datang tidak sendiri, sengaja membawa para lurah dan camat sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, dan Dinas Lingkungan Hidup agar memahami langsung arah kebijakan nasional serta praktik terbaik pengelolaan sampah yang dapat diterapkan hingga ke tingkat kelurahan.
Baca juga: Pemko Banjarbaru Alihkan CFD ke Jalan Panglima Batur, Dimulai 12 April

Pada hari pertama kunjungan, jajaran Pemerintah Kota Banjarbaru melakukan pertemuan resmi dengan Menteri Lingkungan Hidup RI. Setelah itu, rombongan akan dijadwalkan melakukan studi tiru pengelolaan sampah dengan melihat secara langsung implementasi pemilahan sampah organik dan anorganik yang telah berjalan baik di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Lisa menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan momentum penting bagi Kota Banjarbaru untuk memperoleh arahan, saran, serta bimbingan langsung dari pemerintah pusat guna mempercepat perbaikan sistem pengelolaan sampah di daerah.
Dia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Banjarbaru telah melakukan berbagai analisis untuk mempercepat langkah-langkah perbaikan sebagai tindak lanjut dari surat Kementerian Lingkungan Hidup RI terkait penilaian kinerja pengelolaan sampah.
Baca juga: Tak Miliki PBG dan NIB, Tiga Lapangan Padel Disetop

“Kota Banjarbaru akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah, baik dari aspek pengurangan, pemilahan, pengangkutan hingga pengolahan akhir,” ujar Lisa.
Menurutnya, hasil pembelajaran dari studi tiru di Kelurahan Rorotan nantinya diadopsi dan diterapkan secara bertahap di Kota Banjarbaru, dimulai dari tingkat kelurahan hingga menjadi gerakan kota secara menyeluruh.
“Salah satu target dalam pengelolaan sampah di Kota Banjarbaru yaitu terwujudnya pemilahan sampah rumah tangga dari sumbernya dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif yang dilakukan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memperbaiki tata kelola lingkungan.
Menurut Menteri LH, sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru memiliki banyak keunggulan yang dapat menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan hidup di kawasan tersebut.
“Kota Banjarbaru tentunya sudah banyak menyandang predikat yang patut dibanggakan. Banjarbaru yang didesain dengan apik sejak zaman penjajahan memiliki karakteristik tata kota yang relatif tertata,” ujarnya.
Lelaki yang pernah menjadi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan ini bahkan menilai Banjarbaru memiliki potensi besar menjadi barometer pengelolaan lingkungan hidup di Kalimantan.
“Mungkin Banjarbaru termasuk kota yang paling baik di Kalimantan. Dengan demografi yang lebih tertata dibandingkan kota lain, mestinya Banjarbaru bisa menjadi barometer penanganan pola lingkungan hidup di Kalimantan Selatan,” katanya.
Baca juga: Aksi Kamisan di Banjarmasin, Kasus Andrie Yunus: Teror Terhadap Pembela HAM

Berdasarkan hasil pemantauan dan pendampingan yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Kota Banjarbaru memperoleh nilai kinerja pengelolaan sampah sebesar 48,56 dengan rincian sebagai berikut:
• Anggaran dan kebijakan: 12,33 dari bobot maksimal 20 (61 persen)
• SDM dan fasilitasi: 15,94 dari bobot maksimal 30 (54 persen)
• Capaian kinerja pengelolaan sampah: 20,28 dari bobot maksimal 50 (41 persen)
Sementara capaian pengelolaan sampah secara keseluruhan baru mencapai 10,97 persen, masih berada di bawah ambang 25 persen, sehingga Kota Banjarbaru masuk dalam kategori kota dalam pembinaan.
Menyikapi hasil tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya untuk segera melakukan berbagai analisis dan langkah percepatan perbaikan sebagai tindak lanjut dari evaluasi yang diberikan pemerintah pusat.
Melalui kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup RI, Pemko Banjarbaru optimistis transformasi sistem pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumber dapat segera terwujud, sekaligus menjadikan Banjarbaru sebagai kota yang bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing lingkungan di masa depan. (Kanalkalimantan.com/bie)
Reporter: bie
Editor: kk
Artikel Pelajari Sistem Pemilahan Sampah dari Hulu, Wali Kota Lisa Bersama Camat Lurah Bertemu Menteri LH RI pertama kali tampil pada Kanal Kalimantan.
Komentar
Posting Komentar